Home Reading Fiction Stories Mimpi di Kamar Merah Xiangyun Sleeps Among the Peonies(Xiangyun Tidur di Antara Peony)

Xiangyun Sleeps Among the PeoniesXiangyun Tidur di Antara Peony

256 kata
2 minutes
0:00 / --:--

Chapter 15: Xiangyun Sleeps Among the Peonies

Bab 15: Xiangyun Tidur di Antara Peony

Shi Xiangyun was another cousin of Baoyu, known for her cheerful spirit and boyish manners. Unlike Daiyu, who was always thoughtful and sad, Xiangyun laughed easily and enjoyed every moment of life. She had lost her parents when she was young, but she never let sorrow control her heart.

Shi Xiangyun adalah sepupu Baoyu yang lain, dikenal karena semangat cerianya dan cara laki-lakinya. Berbeda dengan Daiyu, yang selalu penuh renungan dan sedih, Xiangyun tertawa dengan mudah dan menikmati setiap momen kehidupan. Dia kehilangan orang tuanya ketika masih muda, tetapi dia tidak pernah membiarkan kesedihan mengendalikan hatinya.

One warm afternoon, the young people held a party in the garden to celebrate the blooming of the peonies. They drank wine, played games, and wrote poems about the beautiful flowers. Xiangyun was in high spirits, laughing and joking with everyone. She drank more wine than usual and began to feel dizzy.

Suatu sore yang hangat, anak-anak muda mengadakan pesta di taman untuk merayakan mekarnya peony. Mereka minum anggur, bermain permainan, dan menulis puisi tentang bunga-bunga indah. Xiangyun dalam semangat tinggi, tertawa dan bercanda dengan semua orang. Dia minum lebih banyak anggur dari biasanya dan mulai merasa pusing.

When the party ended, no one could find Xiangyun. They searched the garden and finally discovered her in a quiet corner. She had fallen asleep on a stone bench, surrounded by fallen peony petals. Her face was pink from the wine, and her hands held a half-open fan. The scene was so beautiful that everyone stopped to admire it.

Ketika pesta berakhir, tidak ada yang bisa menemukan Xiangyun. Mereka mencari di taman dan akhirnya menemukannya di sudut yang tenang. Dia tertidur di bangku batu, dikelilingi oleh kelopak peony yang jatuh. Wajahnya merah muda karena anggur, dan tangannya memegang kipas setengah terbuka. Adegan itu begitu indah sehingga semua orang berhenti untuk mengaguminya.

"Look at her," Baochai whispered with a smile. "She is like a painting come to life." Baoyu gently covered her with his coat to protect her from the cool breeze. No one wanted to wake her, for she looked so peaceful among the flowers.

"Lihat dia," bisik Baochai dengan senyum. "Dia seperti lukisan yang menjadi hidup." Baoyu dengan lembut menutupinya dengan mantelnya untuk melindunginya dari angin sejuk. Tidak ada yang ingin membangunkannya, karena dia terlihat begitu damai di antara bunga-bunga.

Xiangyun's sleep among the peonies became one of the most beloved memories of their youth. It captured a moment of pure joy and innocence, before the storms of life would change everything. For those who saw it, the image would remain in their hearts forever.

Tidur Xiangyun di antara peony menjadi salah satu kenangan paling dicintai dari masa muda mereka. Itu menangkap momen sukacita dan kepolosan murni, sebelum badai kehidupan mengubah segalanya. Bagi mereka yang melihatnya, gambar itu akan tetap di hati mereka selamanya.

Kosakata kunci & frasa

Kata sulit

bloomingboyishbreezedizzyhalf-openinnocencepeoniespeonypetalssorrow

Frasa kunci

come to lifehigh spiritslook at