Home Reading Fiction Stories Mimpi di Kamar Merah Xiangling Learns Poetry(Xiangling Belajar Puisi)

Xiangling Learns PoetryXiangling Belajar Puisi

239 kata
2 minutes
0:00 / --:--

Chapter 12: Xiangling Learns Poetry

Bab 12: Xiangling Belajar Puisi

Xiangling was a servant girl in the Xue family, brought to the Jia mansion when Baochai arrived. She had been stolen from her parents as a young child and sold into slavery. Despite her hard life, she had a gentle nature and a love for beautiful things.

Xiangling adalah seorang pelayan di keluarga Xue, dibawa ke rumah Jia ketika Baochai tiba. Dia telah dicuri dari orang tuanya ketika masih kecil dan dijual sebagai budak. Terlepas dari kehidupannya yang sulit, dia memiliki sifat lembut dan cinta pada hal-hal indah.

One day, Xiangling heard the young ladies of the house writing poems in the garden. She stood quietly behind the trees, listening to their words. Something in her heart began to wake up. She approached Daiyu with shy eyes and asked, "Could you teach me to write poetry?"

Suatu hari, Xiangling mendengar gadis-gadis muda di rumah menulis puisi di taman. Dia berdiri diam di balik pohon, mendengarkan kata-kata mereka. Sesuatu di hatinya mulai terbangun. Dia mendekati Daiyu dengan mata malu-malu dan bertanya, "Bisakah kamu mengajariku menulis puisi?"

Daiyu was touched by Xiangling's sincere desire to learn. "Of course," she said warmly. "Poetry belongs to anyone who loves it." She gave Xiangling a collection of famous poems and told her to read them carefully. "First, learn from the masters. Then find your own voice."

Daiyu tersentuh oleh keinginan tulus Xiangling untuk belajar. "Tentu," katanya dengan hangat. "Puisi milik siapa saja yang mencintainya." Dia memberi Xiangling koleksi puisi terkenal dan menyuruhnya membacanya dengan cermat. "Pertama, belajarlah dari para master. Kemudian temukan suaramu sendiri."

Xiangling studied the poems day and night. She carried a book with her everywhere, reading while she worked and thinking about words while others slept. At first, her own poems were simple and awkward, but she did not give up. She asked Daiyu for advice and practiced again and again.

Xiangling mempelajari puisi-puisi itu siang dan malam. Dia membawa buku ke mana-mana, membaca saat bekerja dan memikirkan kata-kata saat orang lain tidur. Awalnya, puisinya sendiri sederhana dan canggung, tetapi dia tidak menyerah. Dia meminta nasihat Daiyu dan berlatih berulang kali.

Slowly, her writing improved. Her poems began to show feeling and beauty, surprising everyone who read them. Xiangling's story proved that talent and passion could rise above any circumstance. Even in the hardest life, the love of art could bring light and hope.

Perlahan, tulisannya membaik. Puisi-puisinya mulai menunjukkan perasaan dan keindahan, mengejutkan semua orang yang membacanya. Kisah Xiangling membuktikan bahwa bakat dan gairah bisa naik di atas keadaan apa pun. Bahkan dalam kehidupan tersulit, cinta pada seni bisa membawa cahaya dan harapan.

Kosakata kunci & frasa

Kata sulit

hardestmansionpassiontalentwarmly

Frasa kunci

again and againgive upof courseservant girlthink aboutwake upyoung ladies