Home Reading Fiction Stories Mimpi di Kamar Merah Granny Liu Visits the Grand Garden(Nenek Liu Mengunjungi Taman Besar)

Granny Liu Visits the Grand GardenNenek Liu Mengunjungi Taman Besar

272 kata
2 minutes
0:00 / --:--

Chapter 5: Granny Liu Visits the Grand Garden

Bab 5: Nenek Liu Mengunjungi Taman Besar

One day, a poor old woman from the countryside came to visit the Jia family. Her name was Granny Liu, and she had once been connected to the family through a distant relative. She brought with her a young grandson and a basket of fresh vegetables from her farm.

Suatu hari, seorang wanita tua miskin dari pedesaan datang mengunjungi keluarga Jia. Namanya Nenek Liu, dan dia pernah terhubung dengan keluarga melalui seorang kerabat jauh. Dia membawa serta seorang cucu kecil dan sekeranjang sayuran segar dari pertaniannya.

The servants laughed at Granny Liu's simple manners and old-fashioned clothes, but Grandmother Jia welcomed her warmly. "It is good to have a guest from the village," she said. "She will tell us stories of the world outside these walls." Granny Liu was happy to share her tales of farm life, and the whole family gathered around to listen.

Para pelayan tertawa pada tingkah laku sederhana dan pakaian kuno Nenek Liu, tetapi Nenek Jia menyambutnya dengan hangat. "Senang memiliki tamu dari desa," katanya. "Dia akan menceritakan kisah tentang dunia di luar dinding ini." Nenek Liu senang berbagi cerita tentang kehidupan di pertanian, dan seluruh keluarga berkumpul untuk mendengarkan.

The next day, the young people of the house decided to take Granny Liu on a tour of the Grand Garden. The garden was the pride of the Jia family, with its winding paths, beautiful pavilions, and colorful flowers. Granny Liu had never seen anything so magnificent in her life.

Hari berikutnya, anak-anak muda di rumah memutuskan untuk membawa Nenek Liu berkeliling Taman Besar. Taman itu adalah kebanggaan keluarga Jia, dengan jalan-jalan berkelok, paviliun indah, dan bunga-bunga berwarna-warni. Nenek Liu belum pernah melihat sesuatu semegah itu dalam hidupnya.

"Is this a painting or the real world?" she asked, her eyes wide with wonder. The young ladies laughed at her funny questions, but Granny Liu did not mind. She told them about the crops growing in her village and the animals she kept on her farm. Her simple stories made everyone smile.

"Apakah ini lukisan atau dunia nyata?" tanyanya, matanya melebar karena kekaguman. Gadis-gadis muda tertawa pada pertanyaannya yang lucu, tetapi Nenek Liu tidak keberatan. Dia menceritakan tentang tanaman yang tumbuh di desanya dan hewan yang dia pelihara di pertaniannya. Cerita-cerita sederhananya membuat semua orang tersenyum.

For a brief moment, the grand mansion and the humble village seemed to come together. The rich and the poor shared laughter and food, forgetting their differences. But as Granny Liu prepared to leave, she reminded them all that life outside the garden was very different from the comfortable world within its walls.

Untuk sesaat, rumah besar dan desa yang sederhana tampak bersatu. Orang kaya dan miskin berbagi tawa dan makanan, melupakan perbedaan mereka. Tetapi ketika Nenek Liu bersiap untuk pergi, dia mengingatkan mereka semua bahwa kehidupan di luar taman sangat berbeda dari dunia yang nyaman di dalam dindingnya.

Kosakata kunci & frasa

Kata sulit

colorfullaughtermansionold-fashionedpavilionstaleswarmly

Frasa kunci

keep onold womanreal worldtake onyoung ladies