Home Reading Fiction Stories Mimpi di Kamar Merah Baoyu and Daiyu Meet(Baoyu dan Daiyu Bertemu)

Baoyu and Daiyu MeetBaoyu dan Daiyu Bertemu

253 kata
2 minutes
0:00 / --:--

Chapter 3: Baoyu and Daiyu Meet

Bab 3: Baoyu dan Daiyu Bertemu

The first time Baoyu saw Daiyu, he was struck by her delicate beauty. She sat quietly in Grandmother Jia's room, her eyes lowered, her hands folded in her lap. She wore simple clothes, but there was something about her that made her stand out from all the other girls in the house.

Pertama kali Baoyu melihat Daiyu, dia terkesan oleh kecantikannya yang lembut. Dia duduk dengan tenang di kamar Nenek Jia, mata tertunduk, tangan terlipat di pangkuannya. Dia mengenakan pakaian sederhana, tetapi ada sesuatu tentang dia yang membuatnya menonjol dari semua gadis lain di rumah itu.

"Have I seen you before?" Baoyu asked, walking closer to her. His words surprised everyone in the room. Daiyu looked up at him with wide eyes. She too felt a strange sense of familiarity, as if they had met in another life.

"Apakah aku pernah melihatmu sebelumnya?" tanya Baoyu, mendekatinya. Kata-katanya mengejutkan semua orang di ruangan itu. Daiyu menatapnya dengan mata besar. Dia juga merasakan keakraban yang aneh, seolah-olah mereka telah bertemu di kehidupan lain.

Grandmother Jia smiled at the two children. "You are cousins," she said gently. "You should be good friends." From that day forward, Baoyu and Daiyu spent most of their time together. They read books, wrote poems, and walked through the garden, sharing their thoughts and dreams.

Nenek Jia tersenyum pada kedua anak itu. "Kalian adalah sepupu," katanya dengan lembut. "Kalian harus menjadi teman baik." Sejak hari itu, Baoyu dan Daiyu menghabiskan sebagian besar waktu bersama. Mereka membaca buku, menulis puisi, dan berjalan di taman, berbagi pikiran dan mimpi mereka.

Baoyu found that Daiyu understood him better than anyone else. She was clever and sensitive, with a sharp mind and a kind heart. When he spoke of his dislike for the government exams, she did not scold him as others did. Instead, she listened and nodded, understanding his desire for freedom.

Baoyu menemukan bahwa Daiyu memahaminya lebih baik dari siapa pun. Dia cerdas dan sensitif, dengan pikiran tajam dan hati yang baik. Ketika dia berbicara tentang ketidaksukaannya pada ujian pemerintahan, dia tidak memarahinya seperti yang lain dilakukan. Sebaliknya, dia mendengarkan dan mengangguk, memahami keinginannya untuk kebebasan.

But Daiyu was also a girl who felt things deeply. Small words and actions could hurt her, and she often cried in secret. Baoyu tried his best to make her happy, bringing her flowers and writing her poems. Their bond grew stronger each day, though neither of them could name the feeling that connected their hearts.

Tetapi Daiyu juga seorang gadis yang merasakan segala sesuatu secara mendalam. Kata-kata dan tindakan kecil bisa menyakitinya, dan dia sering menangis secara rahasia. Baoyu melakukan yang terbaik untuk membuatnya bahagia, membawakannya bunga dan menulis puisi untuknya. Ikatan mereka menguat setiap hari, meskipun keduanya tidak bisa menyebutkan perasaan yang menghubungkan hati mereka.

Kosakata kunci & frasa

Kata sulit

bondcloserfamiliarityloweredscoldstronger

Frasa kunci

in secretlook upstand outwalk through