Chapter 1: The Magic Jade
Bab 1: Giok Ajaib
Long ago, in the great city of Jinling, there lived a wealthy family called the Jia. Their mansion was one of the largest in the city, with many courtyards, gardens, and rooms. The Jia family had served the emperor for generations and enjoyed great honor and wealth.
Jauh di masa lalu, di kota besar Jinling, tinggalah keluarga kaya bernama Jia. Tempat tinggal mereka adalah salah satu yang terbesar di kota, dengan banyak halaman, taman, dan ruangan. Keluarga Jia telah melayani kaisar selama generasi dan menikmati kehormatan serta kekayaan besar.
In this family, a boy was born with a strange stone in his mouth. The stone was smooth and warm, with words written on it in ancient characters. The family called it the "Magic Jade," and they believed it was a gift from heaven. The boy's name was Jia Baoyu, and he was loved by everyone in the house.
Di keluarga ini, seorang anak laki-laki lahir dengan batu aneh di mulutnya. Batu itu halus dan hangat, dengan karakter kuno terukir di atasnya. Keluarga itu menyebutnya "giok ajaib" dan percaya itu adalah hadiah dari langit. Anak itu bernama Jia Baoyu dan dicintai oleh semua orang di rumah.
Baoyu grew up as a gentle and sensitive child. Unlike other boys his age, he had no interest in studying for the government exams. He preferred to spend his time with the girls in the household, reading poetry and enjoying the beauty of the garden. His father was often angry with him, but his grandmother always protected him.
Baoyu tumbuh sebagai anak yang lembut dan sensitif. Berbeda dengan anak laki-laki seusianya, ia tidak tertarik pada ujian pemerintahan. Ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan gadis-gadis di rumah, membaca puisi dan menikmati keindahan taman. Ayahnya sering marah padanya, tetapi neneknya selalu melindunginya.
The old lady, known as Grandmother Jia, was the head of the family. She had many grandchildren, but Baoyu was her favorite. She gave him a beautiful room in her own courtyard and let him do as he pleased. "He is different from other children," she would say. "We must let him grow in his own way."
Wanita tua itu, dikenal sebagai Nenek Jia, adalah kepala keluarga. Ia memiliki banyak cucu, tetapi Baoyu adalah favoritnya. Ia memberinya kamar indah di halamannya sendiri dan membiarkannya melakukan apa yang diinginkannya. "Dia berbeda dari anak-anak lain," katanya. "Kita harus membiarkannya tumbuh dengan caranya sendiri."
But the Magic Jade was more than just a strange object. It held a deep secret about Baoyu's past life and his future destiny. Few people in the mansion knew the truth, but the stone would guide Baoyu through joy and sorrow, love and loss, in the years to come.
Tetapi giok ajaib itu lebih dari sekadar benda aneh. Ia menyimpan rahasia mendalam tentang kehidupan masa lalu Baoyu dan takdir masa depannya. Hanya sedikit orang di tempat tinggal itu yang mengetahui kebenarannya, tetapi batu itu akan membimbing Baoyu melalui sukacita dan kesedihan, cinta dan kehilangan di tahun-tahun mendatang.