Chapter 16: Reflections on Society
Hometown - Bab 16
Looking at these villagers, I began to think about social problems.
Refleksi tentang Masyarakat
Why do the rich get wealthier while farmers' lives become more difficult? Why can some people drive cars and live in buildings, while others can't even afford shoes? Is this society fair, or unfair?
Melihat penduduk desa ini, saya mulai memikirkan masalah sosial.
I remembered some books I read as a child, which said that everyone is equal and society is fair. But what about reality? The reality is that the gap between the rich and the poor is growing larger and larger, and social fairness is becoming less and less.
Mengapa orang kaya semakin kaya sementara kehidupan petani menjadi semakin sulit? Mengapa beberapa orang bisa mengendarai mobil dan tinggal di gedung, sementara yang lain bahkan tidak mampu membeli sepatu? Apakah masyarakat ini adil, atau tidak adil?
I don't know what to do. I am just one person, one scholar, what can I do? I can only think silently in my heart, pray silently, hoping that one day society will become better.
Saya ingat beberapa buku yang saya baca saat kecil, yang mengatakan bahwa setiap orang setara dan masyarakat itu adil. Tapi bagaimana dengan kenyataan? Kenyataannya adalah kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar, dan keadilan sosial semakin berkurang.
But do I really have hope?
Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya hanya satu orang, satu sarjana, apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa berpikir diam-diam dalam hati saya, berdoa diam-diam, berharap bahwa suatu hari masyarakat akan menjadi lebih baik.
Tetapi apakah saya benar-benar punya harapan?